Senin, 19 Desember 2011

Kereta Api


Ngunandiko.21

Kereta Api


Naik kereta api … tut … tut … tut
Siapa hendak turut
Ke Bandung … Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo temanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama


Kereta Api BIMA
Seperti diketahui saya tinggal di Jakarta, pada tahun 2003 saya melakukan perjalanan  ke Bandung pergi-pulang dengan  kereta api PARAHYANGAN sebanyak tiga kali, dan pada tahun 2004 ke Surabaya, juga pergi-pulang, dengan kereta api BIMA sebanyak satu kali. Perjalanan ke Bandung dan ke Surabaya dengan kereta api tersebut berjalan lancar dan  semuanya berlangsung dengan aman.  Sampai awal tahun 2011 saya tidak berkesempatan melakukan perjalanan keluar kota, tetapi karena ada pertemuan di Yogya, pada bulan September 2011 saya ke Yogya dengan kereta api TAKSAKA, berangkat dari station Gambir di Jakarta lk jam 21.00 malam dan sampai station Tugu di Yogya jam 6.00 pagi hari.
Perjalanan dengan kereta api PARAHYANGAN (2003), dengan kereta api BIMA (2004), dan dengan kereta api TAKSAKA (2011) tersebut semuanya lancar dan aman. Apakah  hal itu merupakan suatu keberuntungan saya ? Menurut cerita adik saya bepergian dengan kereta api  di Indonesia, terutama kelas ekonomi, sering kali tidak aman dan brengsek (kotor, penuh sesak, mogok, sering terlambat, dan sering terjadi kecelakaan) ; keadaan seperti itu dibenarkan oleh berita-berita di TV, radio, maupun media cetak.

Kehadiran kereta api pertama di Indonesia ditandai oleh pembangunan jalur jalan kereta api Kemijen – Tanggung (26 km) di wilayah Semarang. Peletakan batu pertama pembangunan tersebut dilakukan oleh  Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. pada tanggal 17 Juni 1864, sedangkan p
embangunannya diprakarsai oleh “Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij” (NV. NISM). Jalur kereta api tersebut  dibuka untuk angkutan umum pada hari Sabtu, 10 Agustus 1867.
Keberhasilan NV. NISM membangun jalur kereta api Kemijen – Tanggung  sepanjang  26 km (1864), dan kemudian menjadi 110 km (1870) yang dapat menghubungkan kota Semarang dengan Surakarta telah mendorong investor-invertor lain membangun jalur kereta api. Hal itu tampak dari pesatnya pertumbuhan panjang jalur kereta api di pulau Jawa antara 1864 – 1900 . Pada tahun 1867 terdapat jalur kereta api sepanjang 26 km ; tahun 1870 sepanjang  110 km ; tahun 1880 sepanjang 405 km ; tahun 1890 sepanjang  1.427 Km ; dan pada tahun 1900 menjadi sepanjang 3.338 Km. Selain di pulau Jawa, pembangunan jalur jalan kereta api juga dilakukan di daerah-daerah lain di Indonesia seperti di Aceh (1874), Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan (1914) dan lain-lain.


. . . . . Kereta api adalah sarana transportasi berupa kendaraan dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di atas rel (”Wikipedia”}

Sampai dengan tahun 1939 panjang jalur jalan kereta api di Indonesia mencapai hampir 7000 km, tetapi pada tahun 1950 panjangnya hanya lk 6000 km atau berkurang sekitar 1000 km. Berkurangnya panjang jalan kereta api tersebut karena dibongkar oleh tentara pendudukan Jepang pada tahun 1942-1945 (masa Perang Dunia II), dan diangkutnya ke Burma untuk pembangunan jalan kereta disana.
Sebelum melanjutkan uraian ini, kiranya ada baiknya jika dijelaskan terlebih dahulu pengertian kereta api. Kereta api adalah sarana transportasi berupa kendaraan dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di atas rel baja. Kereta api merupakan alat transportasi massal, umumnya terdiri dari lokomotip (kendaraan dengan tenaga gerak yang berjalan sendiri) dan rangkaian kereta atau gerbong (dirangkaikan dengan kendaraan lainnya). Rangkaian gerbong tersebut berukuran relatip luas, sehingga mampu memuat penumpang maupun barang dalam skala besar. Sebagai angkutan massal yang efektif beberapa negara berusaha memanfaatkan kereta api secara maksimal sebagai alat transportasi utama angkutan darat ; melalui jalur-jalur di dalam kota, antar-kota, maupun antar negara.
Kereta api api dapat digolong-golongkan kedalam beberapa jenis tergantung dari sudut atau segi kita memandangnya a.l sebagai berikut :

·         Dari segi tenaga penggerak (propulsion),
o        Kereta api dengan mesin uap,
o        Kereta api dengan mesin diesel,
o        Kereta api rel listrik.
·         Dari segi rel
o        Kereta api rel konvensional,
o        Kereta api monorel
·         Dari segi di atas/di bawah permukaan tanah
o        Kereta api permukaan (surface),
o        Kereta api layang (elevated),
o        Kereta api bawah tanah (subway)

Kereta api sebagai suatu sarana transportasi pada dasarnya merupakan suatu sistem yang terdiri dari :
    • Lokomotip dan gerbong,
    • Rel dan perlengkapannya,
    • Stasiun dan perlengkapannya,
    • Gudang untuk barang-barang yang akan dimuat/dibongkar dll,
    • Bengkel perawatan dan pemeliharaan,
    • Buku petunjuk operasi ( peraturan, jalur, jadwal, code, dan lain-lain)
Seperti halnya yang terjadi di tempat kereta api berasal (Inggris), kereta api adalah sarana untuk mendukung produksi (batubara). Oleh karena itu secara umum kereta api  dapat dikatakan sebagai suatu sarana transportasi yang ditujukan mendukung kegiatan produksi, agar input (bahan mentah, bahan bakar, manusia, dll) dan output ( bahan jadi, bahan buangan, dll) ke dan dari pusat produksi berjalan lancar. 


. . . . . . Tuan-tuan tanah perkebunan di Jawa Barat (Preangerplanters) menggunakan jalur kereta api untuk mengirimkan hasil perkebunannya seperti : kina, kopi, karet dan teh ke Jakarta dengan lebih cepat.

Seperti diketahui pada tahun 1870-an pabrik-pabrik gula dan kopi di Jawa Tengah dan Jawa Timur, pabrik-pabrik kina, teh, kopi dan karet di Jawa Barat adalah pusat-pusat kegiatan produksi yang sedang berkembang. Sebagai contoh bahwa kereta api ditujukan untuk mendukung kegiatan produksi adalah pembangunan jalur kereta api  ”Jakarta – Bogor – Sukabumi – Cianjur – Bandung”  ; pembangunan jalur ini dilakukan bersamaan dengan pembukaan perkebunan di sekitar  Bandung (1870). Bahkan peresmian jalur kereta api tersebut dan peresmian stasiun kerta api Bandung juga dilakukan bersamaan yaitu pada 17 Mei 1884 ; beberapa tahun kemudian diikuti pembukaan jalur kereta api baru  ”Jakarta – Cikampek – Purwakarta – Bandung” pada tanggal 2 Mei tahun 1906.
Tuan-tuan tanah perkebunan di Jawa Barat (Preangerplanters) menggunakan jalur kereta api untuk mengirimkan hasil perkebunannya seperti : kina, kopi, karet dan teh ke Jakarta dengan lebih cepat. Sedangkan untuk menampung dan menyimpan hasil perkebunan yang akan diangkut dengan kereta api, maka dibangunlah gudang-gudang di beberapa lokasi dekat stasiun Bandung, seperti di jalan-jalan Cibangkong dan Cikuda-Pateuh, serta di daerah-daerah Kosambi, Kiaracondong, Braga, Pasirkaliki, Ciroyom, dan Andir.
Dalam perkembangannya kereta api tidak hanya untuk mendukung pusat produksi, tetapi juga untuk mendukung  pengembangan wilayah, pariwisata, operasi militer dan lain-lain. Pembangunan jalur jalan kereta api di Aceh (1874) disamping untuk mendukung pusat pusat produksi (kelapa sawit dan karet)  juga untuk mendukung operasi militer, karena pada waktu itu rakyat Aceh masih melakukan perlawanan bersenjata terhadap kaum kolonialis Belanda.
Hal seperti itu juga dilakukan oleh Rusia. Seperti diketahui Rusia telah membangun jalur kereta api Trans-Siberia : ”Moskow – Novosibirsk – Chita - Khabarovsk – Vladivostok” melalui bagian selatan Siberia -  dibuka oleh Tsar Nicholas II pada saat itu belum dinobatkan sebagai ”Tsar” pada akhir Maret 1891 di Vladivostok setelah mengunjungi Jepang -  tetapi kemudian Rusia juga membangun  jalur tambahan melalui wilayah China (kota Harbin) : ” Moskow – Novosibirsk – Chita - Harbin – Vladivostok” . Dengan jalur tambahan ini tentara Rusia - dari markas besarnya di Moskow -   dapat menempuh jarak yang lebih pendek untuk sampai di Vladivostok. Seluruh pembangunan jalur-jalur tersebut dikerjakan hingga tahun 1916. Jalur kereta api trans Siberia ini disamping untuk mengembangkan wilayah  Siberia yang sangat luas , juga memudahkan operasi militer Rusia mencapai Vladivostok di laut Jepang.


. . . . . . Berkurangnya panjang jalur rel kereta api antara lain disebabkan oleh munculnya kompetitor seperti mobil, bus, truck, dan pesawat udara.

Amerika Serikat pada tahun 2007 memiliki lk 250.000 km jalur rel kereta api, dimana sebelumnya  Amerika Serikat  pernah memiliki lebih dari 400.000 km. Berkurangnya panjang jalur rel kereta api tersebut antara lain karena munculnya kompetitor seperti mobil, bus, truck, dan pesawat udara. Di di Amerika Serikat kereta api pada umumnya digunakan untuk mengangkut barang, pada tahun 2005 kereta api barang di Amerika Serikat tercatat mengangkut barang hingga 2,250,000,000 ton.km barang. Sedangkan masyarakat (penumpang) yang ingin berpergian ke berbagai kota di Amerika Serikat dilayani oleh perusahaan kereta api penumpang nasional (AMTRAK). 

Sementara itu pada tahun 1939 Indonesia memiliki hampir 7.000 km jalur kereta api, pada tahun 1950 berkurang menjadi lk 6000 km, dan pada tahun  2007 hanya memiliki lk 4.800 km. Berkurangnya panjang jalur kereta api dari hampir 7.000 km (1939) menjadi lk 6.000 km (1950) karena dibongkar oleh tentara pendudukan Jepang dan kerusakan selama PD II yang tidak diperbaiki. Sedangkan berkurangnya panjang jalur kereta api dari lk 6.000 km (1950) menjadi lk 4.800 km (2007) a.l karena beberapa jalur-jalur tersebut  ditutup dan dipandang tidak ekonomis untuk di-operasi-kan, misalnya  : jalur Semarang – Pati – Rembang ;  jalur Banjar – Pangandaran – Cijulang ; dan jalur Medan – Lhok Semaue – Banda Aceh. Perlu pula diketahui sampai saat (2004) ini terlihat bahwa prioritas APBN Indonesia untuk pemeliharaan dan pembangunan kereta api rendah.

Dimuka telah diterangkan bahwa kereta api terdiri dari lokomotip (kendaraan dengan tenaga gerak yang berjalan sendiri) dan rangkaian gerbong. Disamping itu telah diterangkan pula bahwa beberapa negara berusaha memanfaatkan kereta api sebagai alat transportasi utama angkutan darat melalui jalur-jalur di dalam kota, antar-kota, maupun antar-negara ; pemanfaatan itu a.l dengan membangun angkutan sebagai kereta api komuter, kereta api super cepat, dan membangun jalur kereta api sepanjang mungkin. Sehubungan dengan hal tersebut kiranya ada baiknya jika diterangkan secara singkat tentang :  
          • Lokomotip,
          • Kereta api komuter,
          • Kereta api super cepat,
          • Jalur kereta api terpanjang,
 seperti terlihat dari uraian berikut ini.   


. . . . . .Perkembangan kereta api yang pesat tidak semata-mata disebabkan karena adanya kebutuhan (demand) akan sarana transportasi tetapi juga didukung adanya  bahan bakar (khususnya batubara) dan besi baja.

"Father of Railway"


LOKOMOTIP ; Lokomotip berhasil dibuat oleh George_Stephensone (1814), lokomotip tersebut dapat menarik 8 gerbong yang berisi 30 ton batu bara dengan kecepatan 6,4 km per jam dari Stocktan ke Darlington di Inggris. George Stephenson adalah orang yang pertama berhasil membuat kerta api dan memasang rel kereta api, oleh karena itu George Stephenson disebut sebagai ”Bapak Kereta Api (Father of Railway)”. George Stephenson meninggal dunia pada tanggal 12 Agustus tahun 1848 di kota Chesterfield Inggris.

Kereta-api api pertama tersebut adalah kereta api barang (batu-bara). sedangkan kereta api penumpang pertama (15 September 1830) menghubungkan Liverpool dengan Manchester dengan panjang rel lk 64 km.


Setelah itu kereta api berkembang di Inggris, di Amerika Serikat, Rusia, Jepang, India dan bagian dunia lainnya. Perkembangan kereta api yang pesat tidak semata-mata disebabkan karena adanya kebutuhan (demand) akan sarana transportasi tetapi juga didukung oleh tersedianya  bahan bakar (khususnya batubara) dan besi-baja untuk membuat lokomotip dan gerbong.

Lokomotip  : berdasarkan mesinnya dapat dibagi menjadi :
    • Lokomotip uap : merupakan cikal bakal mesin kereta api ; bahan bakarnya bisanya dari kayu bakar atau batu bara,
    • Lokomotip diesel mekanis,
    • Lokomotip diesel elektrik,
    • Lokomotip diesel diesel hidrolik, dan
    • Lokomotip listrik.
Berdasarkan konfigurasi sumbu roda,maka lokomotip dapat dibagi menjadi :
    • Kode B artinya lokomotip dengan 2 roda penggerak atau Bo-Bo ; misal Lokomotif Uap Tahun 1898: Seri B Bristol,
    • Kode C artinya artinya lokomotip dengan 3 roda penggerak atau Co-Co ; misal Lokomotif Uap Tahun 1905: Seri C Birmingham,
    • Kode BB artinya lokomotip bergandar 2 2 jadi dengan roda penggeraknya  ada 4 as roda atau memiliki 8 roda ; misal Lokomotif Uap Tahun 1920: Seri BB Manchester,
    • Kode CC artinya lokomotip bergandar 3 3 jadi total penggeraknya ada 6 as roda atau memiliki 12 roda ; misal Lokomotif Uap Tahun 1930: Seri CC Manchester,
    • Kode D artinya lokomotip bergandar 4 loko jenis ini biasanya hanya memiliki gandar tunggal sehingga total penggeraknya ada 4 as roda dengan jumlah roda 8 ; misal Lokomotif Uap Tahun 1954: Seri D54 Krupp Liepzig


    . . . . . . Jakarta dan sekitarnya dilayani oleh Commuter Jabodetabek. Sistem ini merupakan jalur kereta rel listrik (KRL) melayani rute komuter di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Serpong.

    KERETA API KOMUTER ; Kereta api komuter adalah sebuah layanan transportasi kereta api penumpang antara pusat kota, pinggiran kota, dan kota satelit ; ia melayani sejumlah besar orang (pegawai, pedagang, pelajar dll) yang melakukan perjalanan setiap hari. Kereta api komuter beroperasi mengikuti sebuah jadwal tertentu, pada kecepatan yang berbeda-beda mulai dari 50 sampai 200 km/jam. Kereta api komuter pada saat ini menjadi populer karena :
      • Biaya transpor dengan kereta api komuter relatip sangat murah,
      • Meningkatnya  kemacetan di jalan-jalan,
      • Masalah pencemaran lingkungan, dan
      • Makin meningkatnya biaya kendaraan bermotor (harga BBM yang mahal, masalah parkir, pajak dll)
    Sebagai gambaran berikut ini dikemukakan beberapa jaringan kereta komuter  di dunia :
      • Di Amerika Serikatwilayah metropolitan New York a.l dilayani oleh sistem kereta api komuter Long Island Rail Road (LIRR), sebuah sistem kereta api komuter yang beroperasi sepanjang Long Island. Sistem ini merupakan sistem kereta komuter tersibuk di Amerika Utara ; melayani sekitar 83 juta penumpang setiap tahunnya ; didirikan pada tahun 1834 (tertua di Amerika Serikat yang masih beroperasi). LIRR adalah satu-satunya kereta api penumpang komuter di Amerika Serikat yang beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, dengan layanan puncak, akhir pekan, dan hari libur.
      • Di Argentina ; wilayah metropolitan Buenos Aires dilayani oleh sistem kereta api komuter sepanjang 899 km (559 mil).
      • Di India, wilayah Mumbai a.l dilayani oleh sistem kereta api komuter Mumbai Suburban Railway, merupakan kereta api komuter dalam kota tertua di Asia, mengangkut lebih dari 6,9 juta komuter setiap hari.
      • Di Indonesia, wilayah Jakarta dan sekitarnya dilayani oleh Commuter Jabodetabek. Sistem ini merupakan jalur kereta rel listrik (KRL) melayani rute komuter di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Serpong. Commuter Jabodetabek telah beroperasi sejak tahun 1976.  Kereta rel listrik (KRL) yang melayani   jalur tersebut  terdiri dari tiga kelas, yaitu kelas Ekonomi, kelas Ekonomi AC (menggunakan pendingin udara.), dan kelas Ekspres AC (menggunakan pendingin udara).
      • Di Malaysia, KTM Komuter (1995) adalah jalur kereta api elektrik  melayani Kuala Lumpur dan sekitarnya. KTM banyak digunakan  oleh penduduk  yang tinggal atau bekerja di Kuala Lumpur  dan kawasan-kawasan sekitarnya, khususnya untuk menghindari kemacetan di jalan-jalan. KTM dilengkapi dengan gerbong yang nyaman dan menggunakan pendingin udara (AC).  


    . . . . . .  kemacetan di jalan-jalan raya dan kemacetan di bandara, serta meningkatnya harga BBM, maka kereta api yang memiliki daya angkut lebih besar serta lebih aman kemudian mendapatkan kembali momentum untuk berperan dalam transportasi angkutan massal.


    KERETA API SUPERCEPAT ; Kereta api super cepat (kereta kecepatan tinggi) adalah sarana transportasi massal dengan menggunakan kereta api berkecepatan di atas 200 km/jam (125 mil/jam), biasanya kecepatan-nya antara 250 km/jam (150 mil/jam) sampai 300 km/jam (180 mil/jam). Rekor dunia  kecepatan  kereta api beroda  (1990) dipegang oleh kereta api Perancis (TGV) dengan kecepatan mencapai 515 km/jam (320 mpj), sedangkan kereta api eksperimen Jepang (Maglev) telah mencapai kecepatan 581 km/jam.

    Jalur rel kereta api adalah jenis sarana transportasi massal pertama, sampai sampai awal abad  ke-20 kereta api memegang  monopoli transportasi massal di darat. Setelah Perang Dunia II berkat kemajuan teknologi dibidang pembuatan jalan raya, pembuatan mobil, dan pembuatan pesawat terbang, maka monopoli kereta api sebagai sarana transportasi massal mulai mendapatkan saingan (competitor) dari mobil (truck, bus dll) dan pesawat udara pengangkut jumbo. Namun  karena sering adanya  kemacetan-kemacetan di jalan-jalan raya dan kemacetan-kemacetan di bandara, meningkatnya harga BBM, maka kereta api yang daya angkutnya lebih besar serta lebih aman kemudian mendapatkan kembali momentum untuk berperan dalam transportasi angkutan massal. Setelah Perang Dunia II berakhir Eropa dan Jepang mulai mengembangkan jalur rel kereta api khususnya kereta api cepat atau super cepat untuk jarak yang relatip pendek, sedangkan Amerika Serikat pengembangannya ditekankan ke jalan jalur cepat (highway) dan bandar udara (termasuk pesawat udara).


    Shinkasen
     
    Rencana pengembangan angkutan kereta api di Jepang a.l dilakukan dengan kereta api super cepat ”Shinkasen” (1956). Jalur pertama ”Shinkasen”  dibuka pada 1 Oktober 1964 yang menghubungkan Tokyo-Osaka bertepatan dengan Olimpiade Tokyo. Jalur kereta api super cepat ini ternyata sukses, dalam waktu 3 tahun telah melayani 100 juta penumpang. Di Eropa , Perancis dan Jerman adalah dua negara yang memulai mengembangkan kereta api super cepat ;  Perancis (1970-an) dengan nama TGV, dan Jerman (1980-an) dengan nama ICE. Jalur pertama TGV dibuka pada tahun 1981 yang menghubungkan Paris-Lyon., sedangkan jalur pertama ICE dibuka tahun 1991 yang menghubungkan Hamburg-Frankfurt-Munchen.
    Kereta api super cepat dimaksudkan untuk meningkatkan sumbangan jalur kereta api dalam peran-nya sebagai sarana transportasi angkutan massal. Berikut ini beberapa kereta api super cepat.
      • Shinkasen-Japan.
        Japan dengan teknologinya telah mampu mewujudkan sistem transportasi kereta api i yang meliputi seluruh negeri. Shinkansen atau kereta peluru, merupakan salah satu kereta api super cepat, ia nyaman dan aman (40 tahun beroperasi tanpa kecelakaan yang berarti). Secara umum Shinkansen  mempunyai kecepatan 300 km/jam (186 mph), dan kecepatan tertinggi yang pernah dicapai (top speed) 581 km/jam (361 mph).
        Pada tahun 2003, tiga gerbong kereta eksperimen JR-Maglev telah mampu mencapai kecepatan 581 km/jam (361 mph) pada track magnetik berteknologi magnetic levitation.
      • TGV-France
        TGV adalah icon kereta api Perancis seperti halnya menara Eiffel. Layanan kereta api super cepat  ini mulai dikembangkan pada tahun 1970-an,  dan mulai melayani umum pada 1981. Pada saat ini telah mencapai 150 kota di Perancis dan beberapa kota lain di Belgia, Jerman, Luksemburg, Italia dan Swiss.

        Di antara jenis dan tipe TGV, yang paling tinggi kecepatannya adalah TGV Réseau dan TGV Duplex, yaitu berkecapatan sekitar 320 km / jam (199 mph). Pada tahun 2007, SNCF (Alstom ; pembangun TGV dan operator TGV) melakukan serangkaian percobaan, rekor kecepatan TGV (3 April 2007) mencapai kecepatan 574,8 km / jam (159,6 m/s, 357,2 mph). Secara umum TGV memiliki kecepatan 320 km/jam (199 mph), dan kecepatan tertinggi yang pernah dicapai (top speed) 574.8 km/jam (357.2 mph).
      • Shanghai-Maglev-Train-China.
        Kereta monorel berkecepatan tinggi yang disebut “Transrapid” adalah kereta buatan Jerman yang menggunakan teknologi magnetic levitation.
        “Transrapid”  adalah kereta api super cepat dan telah di operasikan di Shanghai. Jalur kereta api ke bandara sejauh 30 km ditempuh dalam waktu 7 menit 20 detik. Umumnya kecepatan “Transrapid”  adalah  250 km/jam (160 mph), dan top speed 431 km/jam (268 mph).  “Transrapid” ini belum diimplementasikan untuk jarak jauh antar kota.
      • CRH-China
        China Railway High-Speed merupakan sistem kereta api Cina, telah mengoperasikan sejumlah kereta peluru : model CRH1, CRH2, CRH3, CRH4 dan CHR5. Jenis tercepat adalah CRH3 ; didasarkan pada teknologi Velaro Sony Ericsson, dirancang untuk berjalan pada kecepatan 350 km/jam. Meskipun pada tahun 2008 sebuah CRH3 pernah mencapai kecepatan tertinggi 394,3 km/jam (245 mph) pada waktu  pengujian dilakukan antara Beijing dan Tianjin. Umumnya CRH memiliki kecepatan 350 km/jam (217 mph), dan top speed 394.3 km/jam (245 mph)
      • AVE-Spain
        AVE (Alta Velocidad Española) berarti Spanish High Speed, adalah kereta api super cepat, berkecepatan hingga 300 km/jam (186 mph). Kereta ini dioperasikan oleh RENFE, sebuah perusahaan kereta api Spanyol.


    . . . . . . Di urutan pertama adalah Amerika Serikat (2007) memiliki  lebih dari 225.000 km jalur rel kereta api, pada masa lalu Amerika Serikat pernah memiliki lebih dari 400.000 Km.                

    JALUR KERETA API TERPANJANG ; Panjangnya jalur kereta api yang dimiliki oleh suatu negara sering dianggap sebagai gambaran kekuatan negara tersebut. Dalam suatu kesempatan Hitler pernah mengatakan : "Kekuatan suatu negara tercermin dari jalur kereta api yang dimilikinya". Sebagai gambaran berikut ini disajikan 5 (lima) negara yang memiliki jalur kereta api terpanjang di dunia. 

      • Amerika Serikat ; Di urutan pertama adalah Amerika Serikat (2007) memiliki  lebih dari 225.000 km jalur rel kereta api, pada masa lalu Amerika Serikat pernah memiliki lebih dari 400.000 Km. Di Amerika Serikat pada umumnya kereta api digunakan untuk angkutan barang, tercatat kereta api pernah membawa hingga 2,250.000.000 ton.km barang (2005).
      • Rusia ; Di urutan kedua adalah Rusia (2007) memiliki lk 128.000 km jalur rel kereta api. Kereta api di Rusia dikelola oleh Russian Railways dan merupakan salah satu penopang perekonomian Rusia. Kereta api di Rusia pernah mengangkut 1,3 triliun ton barang (2007). 
      • China ; Di urutan ketiga adalah China (2007) memiliki hampir 90.000 km jalur rel kereta api. Kereta api jarak jauh di China dikelola oleh Chinese Railways, seluruh operasi kereta api dikendalikan oleh Kementerian Kereta Api (bagian dari Dewan Negara Republik Rakyat China).
      • India ; Di urutan keempat adalah India (2007) memiliki hampir 64.000 km jalur rel kereta api. Kereta api di India dikelola oleh Indian Railways. Indian Railways melayani angkutan barang lebih dari 350 juta ton setiap tahun.
      • Canada ; Di urutan kelima adalah Canada (2007) memiliki lebih dari 57.000 km jalur rel kereta api. Kereta api di Canada –  sistem transportasi angkutan lintas benua –  dikelola dua perusahaan Canadian National dan Canadian Pacific Railway, sedangkan khusus layanan  penumpang disediakan oleh perusahaan mahkota federal, Via Rail.



    Sebagai penutup ingin kami kemukakan bahwa pada awalnya peranan kereta api adalah  sarana transportasi untuk mendukung kegiatan produksi. Kemudian peran tersebut berkembang tidak hanya mendukung kegiatan produksi tetapi juga mendukung kegiatan-kegiatan lainnya seperti : pengembangan wilayah ; pariwisata ; dan operasi militer.
    Disamping itu sampai awal abad  ke-20 kereta api dapat dikatakan sebagai pemegang monopoli dibidang sarana transportasi massal darat. Namun karena pesatnya kemajuan teknologi  pembuatan jalan raya, pembuatan kendaraan bermotor (mobil), dan pembuatan pesawat terbang, maka monopoli tersebut mendapatkan saingan (competitor) dari  truck, bus dll ; bahkan dari pesawat udara pengangkut jumbo. 
    Dengan sering adanya kemacetan di jalan raya, kemacetan di bandara, dan meningkatnya harga BBM, maka kereta api yang memiliki daya angkut yang relatip lebih besar dan lebih aman, serta lebih ramah lingkungan kini mendapatkan momentum untuk berperan kembali dalam transportasi angkutan massal di darat. 

    Demikianlah semoga uraian singkat ini bermanfaat !

    *
    Transportation made sublimation literal. It conveyed evil to another World (Robert Hughes; Australian; Author)

    2 komentar:

    1. Cecep ! "Ngunandiko" ini memang berbeda dengan tulisan "Kereta Api 2015" . Mohon "Kereta Api 2015" dilihat kembali ! Tks !

      BalasHapus
    2. Bung ! Saya setuju bahwa seharusnya pembangunan jaringan kereta api di Indonesia lebih diprioritaskan daripada jaringan jalan tol.

      BalasHapus