Tampilkan postingan dengan label Sejarah dan sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah dan sosial. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Januari 2019

Pandit Jawharlal Nehru


Ngunandiko.162




Mutiara
(Pandit Jawaharlal Nehru)

“Ngunandiko.” dengan judul "Mutiara."  ini berisikan beberapa "quotation" dari seorang tokoh terkemuka Jawaharlal Nehru.  Nehru (1889 - 1964) adalah  perintis kemerdekaan dan juga Perdana Menteri India, yang pertama. Sejak sebelum India merdeka dari penjajahan Inggris, Nehru sudah menjadi tokoh politik utama di India. Selain itu Nehru juga memiliki julukan Pandit (Tuan Guru).

Berikut ini adalah beberapa quotaion Jawaharlal Nehru yang diambil dari berbagai sumber untuk kita renungkan dan kita pelajari.

Taj Mahal
(1)        Budaya adalah peluasan pikiran dan jiwa (Jawaharlal Nehru).

(2)        Life is like a game of cards. The hand you are dealt is determinism; the way you play it is free will (Jawaharlal Nehru).

Nehru & Bung Karno

(3)        The children of today will make the India of tomorrow. The way we bring them up will determine the future of the country (Jawaharlal Nehru).

(4)    A university stands for humanism, for tolerance, for reason, for the adventure of ideas and for the search for truth (Jawaharlal Nehru).

(5)   Failure comes only when we forget our ideals and objectives and principles. (Jawaharlal Nehru).

(6)        Socialism is ..... not only a way of life, but a certain scientific approach to social and economic problems (Jawaharlal Nehru).

(7)     Demokrasi dan sosialisme adalah alat untuk mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri (Jawaharlal Nehru).

Gandhi-Nehru

Demikianlah beberapa “quotation” dari Jawaharlal Nehru – Tuan Guru –    yang  sampai sekarang namanya masih dikenang oleh rakyat India, dan khususnya oleh rakyat Negara-negara berkembang.

Semoga bermanfaat !
*
A good teacher can inspire hope, ignite the imagination, and instill a love of learning (Brad Henry).

Read more at: https://www.brainyquote.com/topics/good_teacher

*


Selasa, 19 Juni 2018

Burung (Bird.1)


Ngunandiko.149





Burung
(Bird.1)


Seperti halnya anjing, kuda, sapi, dan hewan peliharaan lainnya ; burung sudah sejak dahulu  dipelihara oleh manusia. Bahkan jenis burung-burung tertentu melambangkan kedudukan dari manusia di masyarakat-nya, bagi yang memeliharanya. Pada kesempatan ini “Ngunandiko” ingin secara singkat membahas dan merenungkan perihal “burung”.

Dimuka bumi ini ada lebih kurang 9.000 jenis (species) burung ; ukuran  dan kebiasaannya (termasuk kemampuan terbangnya) sangat bervariasi, Sebagian besar burung dapat terbang. Burung telah dipelihara oleh manusia lebih dari 4000 tahun yang lalu.


Seperti diketahui burung adalah nama umum untuk golongan binatang, bertulang punggung (CHORDATA) kelas Aves ; bertelur, berbulu, dan anggota badan bagian atas berubah bentuk menjadi sayap. Bulunya sangat ringan hampir-hampir tidak memiliki berat.

Dimuka bumi ini ada lebih kurang 9.000 jenis (species) burung ; ukuran  dan kebiasaannya (termasuk kemampuan terbangnya) sangat bervariasi, Sebagian besar burung dapat terbang. Burung telah dipelihara oleh manusia lebih dari 4000 tahun yang lalu.

Kita semua mengetahui, bahwa terbang adalah suatu kegiatan yang  mustahil bagi mahluk hidup pada umumnya. Jika mahluk dapat terbang, maka tarikan dan tegangan terhadap tulang dan ototnya adalah luar biasa. Selain itu sensivitas perasaan, seperti ketanjaman dalam merasakan keseimbangan dan pengelihatan harus memiliki sifat khusus.

Tidak semua jenis burung dapat terbang,  burung yang dapat terbang harus memiliki anggota tubuh dengan bentuk dan kekuatan khusus. Anggota tubuh tersebut utamanya adalah : bulu (feathers), kerangka tubuh dan otot (skeleton and muscles), organ dalam (interior organs), system saraf (nerves and senses), dan keserasian untuk terbang (flight).

Setiap makhluk hidup diturunkan dari bentuk kehidupan yang sederhana, yang muncul  pertama kali di bumi 2 atau 3 miliar tahun yang lalu. Jadi setiap makhluk hidup sekarang ini, adalah produk akhir (hasil) dari sejarah panjang dan rumit. Untuk memahami tanaman atau hewan masa kini, perlu diketahui sesuatu tentang nenek moyang besar mereka yang telah hidup sebelumnya.


Burung pertama kali muncul di "family tree (pohon keluarga)"  vertebrata sekitar 150 juta tahun yang lalu, berada pada cabang  garis reptil. Ada fosil yang diketahui dari leluhur dekat burung ini.


Sekitar 400 juta hingga 450 juta tahun yang lalu, vertebrata pertama (hewan dengan tulang punggung) muncul di muka bumi. Itu adalah hewan air mirip ikan. Hewan-hewan itu adalah awal dari arus besar kehidupan vertebrata yang telah menghasilkan semua hewan dengan tulang punggung yang kita kenal sampai hari ini yaitu : ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia.


Family Tree Vertebrata

Burung pertama kali muncul di "family tree (pohon keluarga)" vertebrata sekitar 150 juta tahun yang lalu, berada pada cabang garis reptil. (Mamalia pertama ber-evolusi pada waktu yang hampir bersamaan, meskipun mereka berasal dari kelompok reptil yang berbeda). Ada fosil yang diketahui oleh manusia dari leluhur dekat burung.

Namun perlu kita ketahui bahwa sedikitnya ada dua pendekatan dari asal muasal (leluhur) burung pada khususnya dan mahluk hidup pada umumnya.


  • Pertama      : pendekatan menurut “theory evolusi” seperti antara lain dikemukakan oleh Darwin, dan

  • Kedua        : pendekatan menurut “theory penciptaan (creation theory atau creationism)”.

Creationisme, the belief that the universe and the various forms of life were created by God out of nothing (ex nihilo). It is a response to modern evolutionary theory, which explains the emergence and diversity of life without recourse to the doctrine of God or any other divine power. Mainstream scientists generally reject creationism (Encyclopedia Britannica).

Pendekatan menurut theory evolusi Darwin misalnya, kemungkinan besar burung adalah berasal reptil kecil, ringan, lincah, dan hidup di pohon. Burung-burung yang penggunaan kemampuannya meluncur sangat kecil, akhirnya dapat terbang adalah merupakan keuntungan luar biasa. Terbang  membantu-nya dapat bergerak dengan bebas untuk menemukan makanan. Tetapi keuntungan yang paling penting mungkin adalah keamanan bagi hewan kecil itu.

Perhatikan, bagaimanapun, bahwa burung tidak turun dari reptil terbang, pterosaurus. Reptil ini hidup pada waktu yang sama dengan burung purba. Namun mereka berbeda dari burung dalam anatomi dan metode terbang mereka.

Rekaman fosil burung dan nenek moyang dekat mereka, jauh dari lengkap. Hewan-hewan berbadan ringan di pepohonan dan udara, sering  mati tidak di tempat-tempat di mana lumpur atau gua dapat melestarikan mayat-mayatnya. Ada banyak dugaan dalam pemikiran manusia  tentang burung purba. Manusia  memperoleh dua spesimen fosil burung yang sangat tua. Spesimen yang hampir lengkap ditemukan di Bavaria pada tahun 1861. Kemudian pada tahun 1877, spesimen fosil burung yang lain ditemukan tidak jauh dari tempat yang pertama. Sekitar 150.000.000 tahun sebelumnya, sebagian dari bumi ini telah menjadi laut hangat yang ditumbuhi pulau-pulau dan karang. Spesimen pertama diberi nama “Archaeopteryx”, yang berarti "kuno" ( Another name was given to the other specimen, but the birds were so similar that it is possible to group under the name Archaeopteryx )

Burung-burung itu, pada masa yang lalu,  terbang menuju kematian-nya di air laut dangkal. Disitu burung-burung itu tertanam di lumpur (limy mud). Lebih banyak lumpur dalam bentuk endapan yang menenggelamkan-nya sebelum bangkai burung itu diurai atau dihancurkan dengan cara-cara lain. Kemudian melalui masa yang lama, lumpur mengeras dan tertekan menjadi batu kapur berbutir halus.

Jutaan tahun yang lalu laut dangkal itu menghilang, serta kekuatan besar  mengangkat dan memiringkan kerak bumi membentuk pegunungan Bavaria. Sementara itu orang primitif berevolusi dan muncul di bumi untuk pertama kalinya. Peradaban lalu tumbuh seperti di Sumeria, Mesir, Yunani dan Roma kuno, kemudian berkembang, makmur, dan kemudian memudar. Beberapa tukang batu pada masa sesudahnya (di masa yang lebih modern), ketika bekerja di tempat kerjanya, menemukan sisa-sisa burung tua itu, yang bersayap kuno. Kisah fosil itupun menjadi mengasyikkan. Tapi kisah tulang burung purba ini adalah sangat dramatis. Kedua spesimen itu  adalah sangat — langka, lebih berharga daripada permata dan tak ternilai harganya bagi ilmu pengetahuan.

Fosil-fosil, terutama yang pertama kali ditemukan, adalah salah satu yang paling indah dan halus. Mereka jelas menunjukkan kesan sayap dan bulu ekor serta detail yang baik dari suatu kerangka. “Archaeopteryx” sangat mirip dengan nenek moyang reptilnya, yang pasti tampak seperti kadal berbulu (befeathered), seukuran ayam jago beasr dan memiliki kepala reptil seperti gigi tajam. Tiga "jari" di sayapnya memiliki cakar, yang mungkin digunakan dalam memanjat. Ekornya panjang dan bersendi, dengan sekitar 19 tulang belakang (tulang). Tidak ada jejak lunas pada tulang dada kecilnya, dan sayapnya pendek dan bulat – tulang belakangnya menyatu (bersatu) daripada pada burung modern. Dan tidak seperti burung modern, tulang tidak berongga dan berisi udara.

Archaeopteryx

Namun, makhluk purba ini memiliki bulu dan hampir pasti berdarah panas. Bulu dan berdarah panas adalah dua ciri utama yang membedakan burung dari nenek moyang mereka reptil. Jadi “Archaeopteryx” tidak diragukan lagi adalah seekor burung, meskipun apa yang kita sebut itu tidak terlalu penting. Yang lebih penting adalah bahwa hal ini adalah sisa-sisa binatang purba yang hampir persis antara burung modern dan reptil purba. Kita mungkin menganggap “Archaeopteryx” sebagai penghubung di dalam perubahan kehidupan yang lambat dan hampir ajaib, atau yang disebut evolusi, Hubungan antara makhluk-makhluk abu-abu, dingin, bersisik dari masa lalu yang jauh dengan makhluk berbulu  yang kita lihat di kebun, ladang, dan hutan kayu kita hari ini. .

Sekilas tampak jelas bahwa sejarah burung dimulai sekitar 30.000.000 tahun yang lalu. Hal itu ditunjukkan oleh adanya spesimen fosil dari dua jenis burung purba “Hesperornis” dan “Ichthyornis”. Burung-burung ini hidup selama periode “Cretaceous”, yang terkenal sebagai zaman dinosaurus. Banyak fosil dari kedua burung itu ditemukan di deposit kapur di Kansas.
Hesperornis adalah burung besar yang berenang dan menyelam yang tampaknya hidup terutama di air. Kakinya terletak jauh di belakang tubuhnya dan mereka juga menunjuk ke belakang. Kakinya besar, seperti pengayuh (paddlelike), dan benar-benar diadaptasi untuk berenang. Hesperornis mungkin tidak bisa berjalan dengan baik di daratan kering, dan mungkin hanya keluar dari air untuk bertelur dan merawat telurnya. Tulang sayap tunggal-nya diketahui sangat kecil, sehingga burung air ini harus kehilangan kekuatan terbangnya.
Ichthyornis berbeda; lebih seperti burung modern. seukuran ikan tern (semacam ikan tuna) atau burung camar kecil. Ichthyornis  memiliki lunas yang dalam dan merupakan penerbang yang kuat. Otak-nya, dilihat dari bentuk tengkorak-nya, sangat mirip dengan burung masa kini.
Baik “Hesperornis” dan “Ichthyornis” telah lama dianggap memiliki gigi, karena  itu juga berarti bahwa semua burung pada periode “Cretaceous” dan sebelumnya memiliki gigi. Tapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa rahang bergigi yang terlibat, mungkin bukan milik reptil renang kecil dari periode yang sama. Jadi sekarang tidak lagi pasti bahwa semua burung “Cretaceous”  memiliki gigi.

Hesperornis

Hal yang sangat penting yang ditunjukkan oleh fosil-fosil “Hesperornis” dan “Ichthyornis” adalah bahwa evolusi burung sangat maju pada masa periode “Kapur”. Dan pasti ada banyak jenis burung, karena deret yang kita tahu sangat berbeda satu sama lain. “Hesperornis” telah berubah sangat banyak karena menjadi spesialis renang yang kehilangan kekuatan terbang, seperti halnya penguin hari ini. “Ichthyornis” telah menjadi lebih seperti burung modern daripada Archaeopteryx. Pada zaman dinosaurus, pasti ada banyak variasi dari kehidupan burung.

Akhir periode Cretaceous menandai berakhirnya Zaman Besar Reptilia. Gerombolan dinosaurus dan banyak hubungan mereka perlahan-lahan punah; di antara mereka adalah reptil terbang. Tetapi burung-burung itu lebih sukses dari sebelumnya; mereka terus berkembang terus menjadi lebih dan lebih seperti burung-burung hari ini (modern birds).

The Cretaceous was a period with a relatively warm climate resulting in high eustatic sea levels that created numerous shallow inland seas. These oceans and seas were populated with now extinct marine reptiles ammonites and rudists, while dinosaurs continued to dominate on land. During this time, new groups of mammals and birds as well as flowering plants appeared (Wikipedia)

Fosil yang berasal dari sekitar 60.000.000 tahun yang lalu dapat dikenali sebagai nenek moyang dari elang, elang, bangau, bebek dan angsa, dan keluarga ayam. Selama EPOCH PLIOCENE, 10.000.000 tahun yang lalu, ada kelompok burung yang hubungan dekatnya sangat hidup hari ini. Sebagian besar spesies yang hidup selama zaman es Pleistosen masih hidup hari ini.

Burung mungkin sekarang melewati puncak jumlah dan keragaman terbesar mereka. Selama zaman Miosen dan Pliosen, sebagian besar dunia memiliki iklim yang hangat, bahkan lembap. Banyak sekali kehidupan burung tropis masa kini yang menunjukkan kekayaan kehidupan burung yang pasti telah berkembang di sebagian besar dunia di masa-masa yang hangat, nyaman, sebelum dinginnya zaman es merayap di atas tanah.

Tidak ada dua makhluk yang dilahirkan persis sama. Beberapa perbedaan yang muncul pada makhluk hidup tidak penting dalam kehidupan. Perbedaan lain mungkin berbahaya atau fatal bagi makhluk di mana mereka berasal. Namun sementara beberapa fitur baru yang bermanfaat muncul.

Hewan atau tumbuhan yang memilikinya mampu hidup sedikit lebih baik daripada yang lain dari jenisnya. Hewan atau tumbuhan semacam itu cenderung memiliki lebih banyak keturunan daripada mereka yang tidak memiliki fitur baru yang menguntungkan. Dengan demikian mereka berkembang biak dan memberikan keuntungan pada jumlah keturunan yang lebih besar. Akhirnya seluruh populasi spesies datang untuk memiliki fitur baru. Istilah bagi perbedaan yang menguntungkan dalam sebuah perubahan ini adalah adaptasi. Adanya adaptasi semacam itu, yang muncul secara tidak sengaja, bahwa makhluk hidup perlahan berubah, atau berevolusi, selama jutaan tahun.

Sebagian besar fitur dari setiap makhluk hidup bersifat adaptif. Misalnya, bangau memiliki kaki panjang yang memungkinkannya menyeberangi air yang cukup dalam untuk mencari makanan. Taringnya yang panjang dan tepi bagian dalam memiliki celah yang mengarah ke belakang  menjaga ikan licin  tidak dapat melarikan diri. Ini dan adaptasi lain membuat cara hidup burung (bangau) menjadi mungkin.

Burung hantu memiliki cakar yang tajam, melengkung, dan menggenggam sebagai milik burung pemangsa. Ia juga memiliki mata yang sensitif terhadap cahaya redup, indera pendengaran ekstra tajam (bagus), dan bulu dengan pinggiran halus lembut yang memungkinkan penerbangan hampir senyap (tidak bersuara). Adaptasi ini dan banyak lainnya memungkinkan burung hantu untuk hidup sebagai burung pemangsa malam hari.

Crossbill adalah anggota keluarga finch. Seperti burung pipit lainnya, ia memiliki tulang keras yang sangat kuat untuk makan biji-bijian. Namun, taring crossbill bahkan lebih khusus dari ini. Ini diadaptasi untuk memakan biji pinus dan pohon-pohon penghasil biji-bijian lainnya. Burung dapat mengekstrak biji dari antara sisik kerucut karena "persimpangan" yang luar biasa dari taringnya. Di satu sisi, crossbill memiliki adaptasi khusus di atas adaption khusus.

Sejauh ini hasil adaptasi seolah-olah adalah fitur terpisah yang ditempelkan pada hewan seperti gadget di mobil. Sebenarnya, makhluk hidup adalah kumpulan adaptasi — itu terdiri dari hasil adaptasi. Hidup itu sendiri dalam sebuah adaptasi memungkinkan bahan-bahan tak hidup bergabung menjadi koleksi bahan kimia yang dapat tumbuh dan berkembang biak. Ada beberapa adaptasi penting lainnya, yang akan kita sebut adaptasi dasar. 

Pengembangan tulang punggung kaku pada ikan purba adalah fitur dasar yang memungkinkan semua kehidupan vertebrata nantinya. Adaptasi dasar lainnya perlahan mengubah kandung kemih ikan yang berenang ke paru-paru yang bernapas dengan udara dan membuka dunia udara untuk hewan tulang punggung. Adaptasi yang kita sebut kaki berevolusi dari sirip ikan-ikan cuping kuno tertentu; adaptasi ini memungkinkan vertebrata bernapas untuk berjalan dan hidup di darat.

Adaptasi dasar burung adalah mereka yang memungkinkan terbang. Ini dikembangkan dengan baik di “Archaeopteryx”. Tetapi setelah beberapa adaptasi dasar muncul dan makhluk-makhluk berkembang yang mampu hidup dengan cara yang benar-benar baru, panggungnya diatur untuk banyak adaptasi khusus yang lebih kecil.

Setelah penerbangan berkembang di burung, datanglah burung air yang beradaptasi untuk berenang serta terbang; burung berkaki dan pantai yang panjang dan berkaki panjang; burung pemangsa yang dilengkapi dengan cakar dan paruh tajam; burung pemakan biji, buah - makanan burung, dan serangga - makan burung; burung-burung di hutan yang dalam dan burung-burung di padang rumput atau gurun; burung-burung di utara yang menjadi putih di musim dingin; burung malam; pejuang lambat; selebaran cepat; dan bahkan non-liers — burung yang kehilangan kekuatan terbang ketika itu tidak lagi memiliki keuntungan khusus.

Ada nama untuk jenis perubahan ini, atau evolusi, yang terjadi dalam kelompok makhluk hidup setelah beberapa fitur kehidupan baru yang penting dan mendasar telah muncul. Ini disebut  “radiasi adaptif”. Makhluk hidup memancar keluar untuk mengambil keuntungan dari setiap cara yang mungkin untuk mencari sumber kehidupan (nafkah) untuk jenis-nya. Setiap cara dan tempat yang mungkin di mana kehidupan bisa ada diisi dengan sumber kehidupan.

Burung, melalui fosil-fosilnya, belum banyak menyediakan bahan-bahan yang cukup untuk dipelajari hasil evolusi-nya. Tetapi kehidupan burung di muka bumi ini (“keajaiban dan keindahan-nya”) telah  memberikan banyak bahan untuk dipelajari, khususnya perubahan  radiasi adaptif-nya”.


Kegemaran (hobby) memelihara burung menjadi sebuah kegembiraan  bagi  sebagian masyarakat. Warna, jenis, dan bunyi (suara) adalah menjadi daya tarik tersendiri.


Seperti halnya anjing, kuda, sapi dan sejenisnya, maka burung seperti burung merpati dan lain-lain; berbagai jenis ayam maupun angsa juga sudah sejak dahulu  telah dipelihara oleh manusia. Bahkan jenis-jenis burung tertentu melambangkan kedudukan dari manusia yang memeliharanya di masyarakat. 

Memelihara hewan termasuk memelihara burung  adalah salah satu kegemaran (hobby) yang populer saat ini, hal itu sesungguhnya telah dilakukan oleh banyak orang selama ratusan tahun yang lalu.

Kegemaran (hobby) memelihara burung menjadi sebuah kegembiraan  bagi sebagian masyarakat. Warna, jenis, dan bunyi (suara) adalah  menjadi daya tarik tersendiri. Kegemaran (hobby) memelihara burung,  ternyata juga melekat pada  orang nomor satu di negeri ini, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Di Istana Bogor, ada banyak hewan peliharaan-nya, burung adalah salah satunya. Dalam menekuni kegemaran (hobby) ini, Jokowi tidak main-main, beliau mengikutsertakan burung peliharaannya di sebuah ajang perlombaan-perlombaan burung. Burung perkutut adalah salah satu burung yang sering diperlombakan (utamanya karena suaranya).

Burung perkutut di masyarakat Jawa dipercaya bertuah, salah satu jenis burung bertuah adalah perkutut putih, perkutut ini dahulunya memiliki sejarah sendiri pada jaman kerajaan Majapahit. Perkutut tipe ini hanya dipelihara oleh sang raja atau pimpinan bawahan raja.

Perkutut

Dalam pasaran perkutut putih ini termasuk sangat langka, dan harganya pun tidak semurah perkutut lainnya. Banyak mitos jawa menyebutkan bahwa barang siapa yang memelihara burung perkutut putih akan berwibawa dan sangat kaya, hingga burung tersebut meninggal (bersambung).

*
 Faith is the bird that feels the light when the dawn is still dark. (Rabindranath Tagore)

Read more at: https://www.brainyquote.com/topics/bird
*

Jumat, 27 Oktober 2017

Orang-hitam Amerika (Black Americans)

Ngunandiko 137






Orang-hitam Amerika
(Black Americans)
Bagian. 3


Seiring berjalannya waktu, adanya pemisah “garis warna”, tidak hanya di Selatan, tapi juga di bagian negara lainnya. Garis warna memisahkan orang kulit hitam dengan kulit putih, seolah-olah suatu dinding pemisah

Hukum Jim Crow memaksa orang kulit hitam Amerika untuk tinggal di belakang "garis warna" (Jim Crow laws  were state and local laws that enforced racial segregation in the Southern United States. Enacted by white Democratic --- dominated state legislatures in the late 19th century after the Reconstruction period).

Seiring berjalannya waktu, adanya pemisah “garis warna” itu tidak hanya di Selatan tapi juga di bagian negara lainnya. Hal itu memisahkan orang kulit hitam dengan kulit putih, seolah-olah suatu dinding pemisah


Posisi orang kulit hitam di tatanan sosial Amerika Serikat pada waktu itu adalah hampir sama dengan pada masa perbudakan. Orang kulit putih di Selatan tidak mengizinkan orang kulit hitam memilih. Mereka dilarang melakukan pekerjaan yang diminati oleh  orang kulit putih. Orang kulit hitam tidak diizinkan menghadiri sekolah yang sama dengan orang kulit putih, dan sekolah-sekolah kulit hitam tidak terawat. Seperti telah dijelas dimuka menurut “Hukum Jim Crow” orang  kulit hitam Amerika harus duduk di belakang "garis warna" ; hal itu tidak hanya di Selatan tapi juga di Negara-negara bagian lain.

Namun ada orang-orang  kulit putih (sebagian kaya dan dermawan) yang  berupaya memperbaiki  kondisi orang kulit hitam. Upaya ini tampak dilakukannya dengan sungguh-sungguh. Booker T. Washington (Hampton Institute) mengajar orang-orang kulit hitam  melakukan hal-hal praktis dan berguna. Itulah adalah dasar dari program pendidikan yang disusun oleh Washington saat mendirikan Institut Tuskegee di Alabama. Para pria dan wanita muda kulit hitam di Tuskegee diajari membajak dan menanam (pertanian), memasak, mencuci, dan menjahit (ingat Sekolah Kepandaian Putri di Indonesia).

Banyak orang kulit putih dari Utara dan Selatan terkesan akan program pendidikan tersebut, dan memandang  bahwa program  Washington itu bagus bagi hubungan antar ras. Namun program itu tidak mengatakan apapun tentang hak-hak sipil atau tindakan politik atau kesetaraan sosial. Program Washington itu tidak mengatakan apapun tentang bagaimana mendidik orang kulit hitam menjadi dokter, pengacara, insinyur atau pekerja dalam profesi lain. Banyak orang kulit hitam merasa bahwa program Washington itu akan membuat orang kulit hitam lebih rendah secara ekonomi, politik, dan budaya, yang akan membuat orang kulit hitam makin terpisah.

Pada tahun 1909, di Amerika Serikat, berdiri Asosiasi Nasional untuk Kemajuan Orang Berwarna (The National Association for the Advancement of Colored People atau NAACP), asosiasi ini didirikan oleh sekelompok orang kulit hitam dan kulit putih yang percaya bahwa orang kulit hitam harus memiliki hak yang sama seperti yang dinikmati warga negara lain. NAACP menentang program Booker T. Washington dengan alasan bahwa orang kulit hitam akan terus dipandang sebagai warga kelas dua. W.E.B. Du-Bois, salah satu pemimpin NAACP, mengatakan bahwa orang kulit hitam itu sesungguhnya hanya menuntut hak mereka sendiri ; yaitu hak politik, sipil dan sosial milik warga Amerika Serikat yang bebas. Du-Bois menyatakan, orang hitam tidak akan berhenti melakukan protes, sampai hak-hak itu didapat,  The Guardian, yang diedit oleh W. Monroe Trotter (1872 - 1934), dan Chicago Defender, yang diedit oleh Robert S. Abbott, adalah surat kabar hitam yang mendukung pendirian DuBois. Dalam upaya untuk mendapatkan hak  dihadapan hukum, NAACP mengajukan tuntutan di pengadilan dan mengajukan petisi ke Kongres dan ke cabang-cabang lain dari pemerintah federal. NAACP juga membuat seruan untuk hati nurani orang Amerika.  

Pada tahun 1910 didirikan oleh orang kulit putih dan orang kulit hitam National Union League (NUL). Organisasi ini terutama didirikan untuk memperbaiki kondisi kehidupan dan mencarikan kesempatan kerja bagi orang kulit hitam di kota-kota.

Sejumlah orang kulit putih bekerja dengan orang kulit hitam di organisasi- organisasi serupa itu, namun orang kulit putih rata-rata tidak pernah mencoba untuk mencari tahu apa yang sesungguhnya dipikirkan dan dirasakan oleh orang kulit hitam. Beberapa orang kulit putih membaca koran orang hitam, majalah, atau buku --- namun sangat sedikit yang membaca puisi Paul Laurence Dunbar (Dunbar was born in Dayton, Ohio to parents who had escaped from slavery; his father was a veteran of the American Civil War, having served in the 55th Massachusetts Infantry Regiment and the 5th Massachusetts Colored Cavalry Regiment. His parents instilled in him a love of learning and history. He was a student at an all-white high school, Dayton Central High School, and he participated actively as a student. During high school, he was both the editor of the school newspaper and class president, as well as the president of the school literary society. Dunbar had also started the first African-American newsletter in Dayton) --- sehingga hampir tidak ada orang yang bisa menduga betapa orang kulit hitam merasa semakin terisolasi dari masyarakat kulit putih, dan semakin bergantung pada institusi bantuan. Gereja orang hitam (The Black church) menjadi tidak hanya sumber pembaharuan spiritual tapi juga pusat kehidupan sosial dan aktivitas masyarakat hitam.

Tapi orang hitam Amerika tetap teguh dalam patriotisme mereka. Saat dimulainya Perang Spanyol-Amerika, dua puluh dua (22) orang kulit hitam termasuk korban ketika Maine diledakkan dari pelabuhan Havana, Kuba, pada tahun 1808. Dalam pertempuran San Juan Hill, pasukan hitam dari kavaleri kesembilan dan kesepuluh bertempur dengan gagah berani bahu membahu dengan First Volunteer (Cavalry Rough Riders) yang terkenal itu.


Utara sepertinya menjanjikan kehidupan yang lebih bebas serta banyak pekerjaan  (akibat peningkatan produksi pertahanan dan berkurangnya imigrasi, telah menciptakan kekurangan tenaga kerja di Utara). Namun ternyata pindah ke Utara itu tidak sepenuhnya benar dan merupakan langkah yang tergesa-gesa.

Ketika Perang Dunia I pecah di Eropa, ribuan orang kulit hitam mulai meninggalkan Selatan. Hal ini mengkhawatirkan orang-orang kulit putih di Selatan yang melihat sumber tenaga kerja murah terkuras habis. Politisi  dan pejabat publik Selatan berusaha menghentikan migrasi tersebut. Tapi migrasi orang kulit hitam tetap berjalan.
Utara sepertinya menjanjikan kehidupan yang lebih bebas serta banyak pekerjaan terutama di kota-kota Utara (akibat peningkatan produksi pertahanan dan berkurangnya imigrasi telah menciptakan kekurangan tenaga kerja di Utara). Ternyata pindah ke Utara tidak sepenuhnya benar dan merupakan langkah yang tergesa-gesa, sebagian besar orang kulit hitam tidak pernah mendapatkan upah tinggi dari industri Utara. Orang-orang hitam mulai memahami pentingnya arti pemungutan suara, mengambil bagian dalam urusan kewarganegaraan, dan menyuruh anak-anak mereka ke sekolah yang layak.
Pendatang baru kulit hitam segera mengetahui bahwa Utara bukanlah suatu sorga. Semakin banyak orang kulit hitam pindah ke Utara, kondisi kehidupan di Utara semakin buruk. Penduduk kulit hitam di kota-kota Utara seperti Chicago, Detroit, New York, Philadelphia, dan Pittsburgh menjadi berlipat ganda sampai tiga kali lipat dalam tahun-tahun antara tahun 1914 dan 1960. Perumahan sangat buruk, seringkali  sepuluh orang tinggal di satu kamar (single room), pemeliharaan sanitasi buruk atau bahkan tidak ada sama sekali. Orang kulit hitam tinggal di bagian paling miskin, tapi harus membayar yang uang sewa tinggi. Ketika orang kulit hitam  mencoba pindah ke lingkungan yang lebih baik,  orang kulit putih sering bersatu untuk merintanginya. Sepanjang tahun-tahun perang, terjadi kerusuhan rasial di Utara, dan di Selatan, lebih dari 270 orang kulit hitam dihukum mati (dibunuh secara tidak sah oleh massa) dalam waktu kurang dari empat tahun.

Ketika Amerika Serikat memasuki Perang Dunia I pada tahun 1917 ; 400.000 orang kulit hitam mulai ikut perang, bergabung dengan 20.000 tentara kulit hitam yang sudah berada di Angkatan Darat dan Garda Nasional. Pasukan orang kulit hitam bertugas  mengisi persediaan, membuat perkemahan tetap bersih, dan melakukan pekerjaan-pekerjaan lain. Lebih dari separuh dari 200.000 tentara kulit hitam yang dikirim ke Eropa bertugas di batalion buruh (labor battalion).   Beberapa unit pasukan orang hitam ikut bertempur  seperti “Infanteri New York ke-369” dan  “Infanteri ke-370”. Infanteri ke-370 memperoleh medali  “Croix de Guerre”.

Saat Perang Dunia I berakhir, orang kulit hitam pria berada dalam kesulitan yang lebih besar daripada sebelumnya. Pemisahan dan diskriminasi sangat kuat. Pada tahun 1919 ada 26 kerusuhan rasial di Amerika Serikat. Di kota-kota Utara terjadi persaingan sengit antara kulit putih dan kulit hitam   untuk memperoleh pekerjaan dan perumahan. Di Selatan, lynchings (Lynching adalah penganiayaan, penggantungan, penembakan atau penikaman oleh massa. Dulu, pelaku kejahatan-kejahatan seperti ini tidak dihukum. Ribuan warga kulit hitam Amerika tewas akibat lynching dari tahun 1880an sampai 1960an) meningkat. NAACP berhasil mengajukan rancangan undang-undang anti-lynching di Kongres pada tahun 1921. Namun, para senator dari Selatan menentangnya, sehingga rancangan itu (RUU) kalah pada saat pengambilan keputusan pada tahun 1935 dan 1940.

Di tahun 1920-an, banyak orang hitam Amerika merasa takut, karena lambatnya kemajuan dalam memperoleh hak-hak sipil. Mereka sebagian tertarik pada Universal Improvement Association (UNIA), yang di-organisir oleh Marcus Garvey pada tahun 1916. UNIA mendukung sebuah gerakan "kembali ke Afrika", dengan alasan bahwa orang kulit hitam Amerika tidak akan pernah bisa memperoleh haknya di Amerika.

Salah satu hasil sosial dari migrasi orang hitam ke Utara dan Perang Dunia I adalah kebangkitan kesadaran ras. Hal ini tercermin dalam sebuah gerakan budaya yang dikenal dengan New Negro Movement (juga disebut the Harlem Renaissance atau the Black Renaissance). Kota New York adalah pusatnya. Antologi (anthology) “The New Negro” --- publikasi tahun 1925, yang diedit oleh Alain Locke --- menciptakan gairah baru dalam kehidupan orang hitam. Claude McKay, James Weldon Johnson, Countee Cullen, Langston Hughes, dan Arna Bontemps adalah penulis terkemuka “hitam”. Pada tahun-tahun berikutnya, ketenaran besar dimenangkan oleh penyanyi “hitam” Roland Hayes, Marian Anderson, dan Dorothy Maynor; musisi W.C Handy dan William Grant Masih, dan pemain teater Paul Robeson, Bill (Bojangles) Robinson, Kanada Lee, dan Ethel Waters. Beberapa pelukis “hitam” ternama termasuk Horace Pipin, Jacob Lawrence, dan Henry G. Tanner.

Peneliti dan ilmuwan kulit hitam memberikan kontribusi penting. Sejarawan Carter G. Woodson mendirikan Asosiasi untuk Studi Kehidupan Negro (the Association for the Study of Negro Life) dan Sejarahwan-Sosiolog E. Frankiln Frazier dan Charles S. Johnson mendapat pengakuan internasional atas pekerjaan mereka. Percy L. Julian membuat penemuan perintis dalam penggunaan kedelai. Daniel H. Williams pertama kali berhasil melakukan operasi hati manusia, dan Charles R. Drew adalah otoritas terkemuka dalam pelestarian plasma darah.

Dapat pula dikemukakan Jesse Owens adalah atlet kulit hitam yang memenangkan medali emas untuk Unite States di Olimpiade tahun 1936. Dan salah satu atlet paling terkenal di dunia adalah petinju kulit hitam Amerika Joe Louis.

Pada masa itu mulai terkenal dan memenangkan berbagai penghargaan karya-karya dengan tema hitam, yang ditulis atau diperani oleh orang kulit putih, seperti All God's Chillun Got Wings (1924) dan The Emperor Jones (1920) oleh Eugene O'Neil ; dan In Abraham's Bosom oleh Paul Green. Selain itu DuBose Heyward menulis opera Porgy and Bess dengan musik dan lirik oleh George dan Ira Gershwin.

Musik hitam --- spiritual dan jazz --- dimainkan di mana-mana. Harley T. Burleigh, R. Nathaniel Dett, dan J. Rosamond Johnson mendapatkan pujian atas pengaturan spiritual dan komposisi musik lainnya. W.C Handy mendapat pengakuan nasional atas "St Louis Blues" -nya dan membawa musik Amerika baru yang dikenal sebagai blues. Jazz adalah jenis musik lain yang diciptakan oleh orang kulit hitam Amerika. Musisi jazz pertama bermain di New Orleans pada akhir 1800-an dan awal 1900-an. Mereka kemudian pindah ke Chicago, menjadikan kota itu pusat jazz. Beberapa pemimpin band jazz seperti Louis (Satchmo) Armstrong, Fletcher Henderson, Edward (Duke) Ellington dan William (Count) Basic menjadi terkenal dengan gayanya.

Dalam musik klasik, Roland Hayes, Paul Robeson, dan Marian Anderson mendapat perhatian internasional atas penampilan mereka di kota-kota Eropa dan Amerika terkemuka.

Oscar Stanton

Orang kulit hitam juga mulai mengembangkan kekuatan ekonomi dan politik. Daya beli mereka (uang yang bisa mereka keluarkan untuk barang dan jasa) melonjak dari beberapa juta dolar pada tahun 1928 sampai beberapa miliar dolar pada tahun 1941. Oscar Stanton De Priest (1871 – 1951) American Republican politisi adalah orang hitam pertama di Kongres sejak masa Rekonstruksi, Oscar DePriest, terpilih dari Illinois pada tahun 1982.

Presiden Frankiln D.Roosevelt menunjuk beberapa orang kulit hitam ke posisi pemerintah. Ralph Bunche (1904 - 1971) memegang jabatan di Departemen Luar Negeri, sebelum menjadi wakil sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa. Roosevelt menentang diskriminasi rasial dan ketidakadilan yang ditujukan pada orang miskin. Program "New Deal" -nya Frankiln D.Roosevelt membantu:

  •      mengurangi kemiskinan dan kelaparan,
  •        memulai pemulihan nasional dari depresi ; dan
  •         memulai reformasi ekonomi yang telah ditetapkan.
Orang kulit hitam sangat diuntungkan dari program New Deal tersebut. Mereka bisa mendapatkan pekerjaan, mendapatkan pinjaman untuk membeli rumah; untuk memiliki rumah sakit, bangunan perguruan tinggi, dan taman bermain. Dan tinggal di perumahan pemerintah federal dengan biaya yang rendah. Aktor, penulis, dan artis kulit hitam juga mendapatkan pekerjaan di proyek-proyek federal.

Pada tahun 1940 setidaknya ada sedikit perubahan dalam sikap rasial di Amerika Serikat. Persaingan di seluruh dunia antara demokrasi dan fasisme, dan kebutuhan akan demokrasi untuk membuktikan keberadan dirinya, telah membantu terjadinya perubahan dalam sikap rasial. Upaya orang kulit hitam juga membantu. Tapi semua ini hanyalah sebuah langkah di jalan panjang menuju kesetaraan penuh dalam hak-hak sipil (bersambung).
*

I believe in Liberty for all men : the space to stretch their arms and their souls, the right to breathe and the right to vote, the freedom to choose their friends, enjoy the sunshine, and ride on the railroads, uncursed by color; thinking, dreaming, working as they will in a kingdom of beauty and love (W. E. B. Du Bois)


*

Jumat, 15 April 2016

Kartini

Ngunandiko. 101




Kartini


Kartini
Kartini atau Raden Ajeng Kartini (RA Kartini) adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia, Kartini gigih memperjuangkan emansipasi wanita semasa hidupnya. Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di kota Jepara ; hari kelahirannya itu kemudian ditetapkan sebagai “Hari Kartini” untuk menghormati jasa-jasanya, terutama jasa-jasanya kepada wanita Indonesia.
Pada kesempatan merayakan “Hari Kartini” tanggal 21 April, 2016  ini, “Ngunandiko”  ingin  membahas dan merenungkannya secara singkat tokoh wanita Kartini tersebut.
Sebagaimana diketahui perjuangan Kartini kini telah memberi arti terhadap kedudukan wanita di Indonesia, hal itu utamanya karena keadaan sbb :

  •  Pada masa Kartini memasuki usia remaja—pada akhir abad ke-19, keadaan wanita di Indonesia adalah masih sangat buruk. Sebagian besar wanita Indonesia tidak berpendidikan, buta huruf, dan sering diperlakukan sebagai layaknya benda, hal seperti itu terlihat  dalam contoh  yang digambarkan oleh  Tan Malaka seperti berikut ini . . . . . . . “Bahwa pada masa itu, jika seseorang (mis : petani) meminjam uang dari seorang rentenier (misal : seorang tuan tanah Arab,  namakan saja sebagai tuan Halal bin Fulus) ; maka si petani itu perlu mengagungkan sesuatu yang menjadi miliknya seperti tanah dan rumahnya atas pinjaman itu. Dan saat ia tidak bisa melunaskan hutangnya; sedangkan hutang dan bunganya  makin lama bertambah  yang mesti dibayarnya. Kalau kebetulan si petani  mempunyai anak perawan yang cocok sama perasaan tuan Fulus, suka atau tidak suka si perawan, karena si petani kebuntuan jalan, perkara hutang dapat dihabiskan dengan suatu perdamaian diantara tuan Fulus dengan si petani itu berdua saja—si perawan diserahkan ke tuan Fulus. Namun kalau si petani  hanya punya anak bujang (lelaki) saja, maka disini timbullah percecokan. Tuan Fulus  marah dan pergi mengadu ke Pengadilan. Dan dalam keadaan seperti itu hampir pasti Pengadilan memenangkan si tuan Fulus “. . . . . . . Begitulah kira-kira keadaan masyarakat pada waktu itu, wanita pada posisi yang sangat rawan dan sering menjadi korban. Dengan demikian apa yang diperjuangkan Kartini secara diam-diam maupun secara terbuka mendapat tempat di hati wanita.
  •  Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, pemerintah Republik Indonesia  menyadari bahwa keadaan wanita Indonesia yang buruk itu perlu diperbaiki sejalan dengan  cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 1945. Pemerintah RI melihat bahwa Kartini telah berjuang bagi wanita Indonesia agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Presiden Pertama Republik Indonesia, Sukarno mengetahui bahwa Kartini selagi remaja telah banyak membaca buku-buku yang berkaitan dengan perjuangan wanita  a.l buku “Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta” karya Multatuli ; “De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib)” karya Louis Coperus ; “Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata)” karya Berta Von Suttner ; dan penulis-penulis  lain seperti Augusta_de_Wit ; Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek. Oleh karena itu Sukarno menghargai apa yang telah dilakukan oleh Kartini. Disamping itu Kartini juga telah melakukan komunikasi dan  dialog dengan berbagai kalangan tentang faham-faham baru dan kedudukan wanita. Hal itu telah menyebabkan Kartini mempunyai pandangan yang luas dan maju tentang peranan wanita dalam kehidupan ini. Dan hal itu juga diperjuangkan oleh Kartini dengan aksi yang nyata.

    • Perjuangan yang dilakukan oleh Kartini itu telah bergema dalam masyarakat Indonesia—sejalan dengan bangkitnya semangat kemerdekaan bangsa Indonesia. Hal itu   antar lain tampak dari kiprahnya wanita-wanita Indonesia  seperti SK Trimurti, dimana dia berjuang dengan mengasuh surat kabar untuk menentang penjajahan Belanda. Tidak hanya terbatas pada upaya seperti yang dilakukan SK Trimurti itu, tidak sedikit wanita Indonesia yang dapat merebut  posisi terhormat dalam masyarakat—setelah berdirinya Negara Republik Indonesia, sebagai  politisi, pengusaha, professional, ilmuwan, ataupun posisi-posisi terhormat lain-nya.  
Keluarga Kartini
Dalam kesempatan ini pula “Ngunandiko” juga ingin menyampaikan secara singkat gambaran tentang  diri keluarga Kartini  sbb:

  •  Ayah Kartini adalah R.M Sosroningrat putera Ario Tjondronegoro IV , Ario Tjondronegoro IV adalah seorang bangsawan yang menjabat sebagai bupati Jepara ;
  •  Ibu kandung Kartini adalah M.A Ngasirah puteri seorang Kiai (guru agama) dari Telukawur (Jepara) ;
  •      M.A Ngasirah adalah rakyat biasa (bukan keturunan bangsawan), namun konon dari garis ayah Kartini masih keturunan dari Sri Sultan Hamengkubuwono VI, dan masih memiliki hubungan darah  dengan para bangsawan kerajaan Majapahit.
  •       Ayah Kartini (bupati Jepara), selain menikah dengan  Ngasirah, juga menikah dengan Raden Ajeng Woerjan seorang puteri bangsawan keturunan Raja Madura ;
  •            Kartini memiliki saudara sebanyak 11 orang yang terdiri dari saudara kandung dan saudara tiri. Kartini merupakan anak ke -5, namun merupakan anak wanita tertua.
  •    Sebagai anak bangsawan Kartini berhak memperoleh pendidikan (sekolah). Kartini disekolahkan oleh ayahnya di ELS (Eropese Lagere School) sampai berumur 12 tahun, dan Kartini mampu menguasai bahasa Belanda dengan baik.
  •      Setelah berumur 12 tahun, Kartini tinggal dirumah saja (dipingit). Meskipun berada di rumah saja, Kartini aktip melakukan korespondensi (dengan bahasa Belanda) dengan teman-temannya di negeri Belanda. Akibat korespondensi tersebut, Kartini mulai tertarik akan faham-faham yang mulai berkembang di Eropa (cq.Belanda). Sejak saat itu, Kartini pun mulai berpikir untuk memajukan kedudukan wanita pribumi yang dianggapnya masih terbelakang.

Demikianlah bahasan dan renungan singkat tentang Kartini, seorang wanita yang menyandang salah satu gelar pahlawan nasional Indonesia. Semoga bermanfaat.
*



*